KODE ETIK & PERATURAN PERUSAHAAN

Kode Etik Toga
Kode Etik & Peraturan Perusahaan

KODE ETIK DAN PERATURAN PERUSAHAAN PT. TOGA INTERNATIONAL
INDONESIA

KETENTUAN UMUM

  1. PT. TOGA INTERNATIONAL INDONESIA, suatu Perusahaan Perseroan Terbatas yang berdomisili  hukum di Indonesia dan memiliki legalitas penjualan langsung dengan metode pemasaran direct selling (network marketing dan atau multi level marketing), yang beralamat di Gedung Plaza Asia Lantai 2 Zona C, Jalan Jend. Sudirman Kav. 59, Jakarta Selatan, Indonesia.
  2. Penjualan langsung adalah sebuah metode penjualan barang-barang tertentu secara langsung melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh mitra usaha yang bekerja atas dasar komisi/bonus berdasarkan hasil penjualan kepada konsumen di luar eceran tetap.
  3. Mitra usaha adalah penjual langsung yang telah memenuhi ketentuan untuk dapat memasarkan dan menjual barang dalam jaringan pemasaran yang telah dimiliki dan dikembangkan oleh perusahaan. Mitra Usaha juga dapat berbentuk perseorangan maupun badan usaha yang pengurusnya telah terdaftar sebagai anggota jaringan pemasaran penjualan langsung dan telah mendapat nomor keanggotaan.
  4. Konsumen adalah siapa saja yang bukan seorang mitra usaha perusahaan yang membeli barang perusahaan dengan harga konsumen.
  5. Barang  adalah semua barang  yang dapat diperdagangkan dan dikeluarkan oleh perusahaan  untuk digunakan oleh mitra usaha  serta dapat dipasarkan dan dijual oleh mitra usaha.
  6. Perekrutan/Sponsor adalah mitra usaha yang secara langsung merekrut orang untukmenjadi mitra usaha dalam jaringan dibawahnya.
  7. Sponsorisasi adalah satu jaringan yang terdiri dari himpunan mitra usaha berdasarkan urutan yang disponsorinya yang saling berhubungan satu sama lain dimana hasil penjualan barang  akan saling terhubung untuk perhitungan bonus dalam program pemasaran perusahaan.
  8. Peringkat adalah jenjang tingkatan mitra usaha yang dapat dicapai dengan kualifikasi tertentu.
  9. Formulir pendaftaran adalah lembaran yang harus diisi oleh perorangan sebelum diterima sebagai mitra usaha perusahaan yang berisi identitas diri, nomor telepon dan email yang bisa dihubungi serta nomor rekening untuk mentransfer komisi/bonus.
  10. Perjanjian adalah kesepakatan tertulis antara perusahaan dan mitra usaha yang hanya berlaku di wilayah hukum Republik Indonesia dan dari waktu ke waktu dapat direvisi dan disempurnakan oleh perusahaan demi kepentingan bersama.
  11. Tanggal penerimaan adalah tanggal ketika barang diterima oleh mitra usaha dalam pengiriman atau pengambilan.
  12. Nomor keanggotaan adalah nomor identifikasi yang diberikan perusahaan kepada  mitra usaha sebagai bukti dalam berhubungan dengan perusahaan, sesama mitra usaha dan konsumen.
  13. Komitmen mitra usaha adalah pernyataan mitra usaha yang berisi janji terhadap perusahaan untuk mematuhi peraturan yang ada, Kode Etik dan tidak melakukan larangan yang telah ditentukan oleh perusahaan.
  14. Stockist adalah suatu perpanjangan tangan perusahaan yang diberikan otoritas dan tanggung jawab untuk memberikan layanan dalam hal penjualan barang dan hal lainnya yang berkaitan dengan bisnis dilingkungan perusahaan.
  15. Upline adalah mitra usaha yang secara garis sponsorisasi maupun struktur jaringan berada di atas baik secara langsung maupun tidak langsung.
  16. Downline adalah mitra usaha yang secara garis sponsorisasi maupun struktur jaringan berada di bawah baik secara langsung maupun tidak langsung.
  17. Keuntungan langsung adalah keuntungan mitra usaha dari menjual barang ke konsumen, dari selisih antara harga mitra usaha dengan harga konsumen.
  18. Bonus adalah imbalan yang diberikan perusahaan kepada mitra usaha yang besarnya dihitung berdasarkan hasil kerja nyata, sesuai nilai hasil penjualan baik secara pribadi maupun jaringannya.
  19. Skema Pemasaran adalah program perusahaan dalam memasarkan barang yang akan dilaksanakan dan dikembangkan oleh Mitra usaha melalui jaringan pemasaran dengan sistem penjualan langsung.
  20. Buy back guarantee adalah jaminan pembelian barang kembali yang telah dibeli oleh mitra usaha jika mitra usaha berada dalam kondisi diberhentikan oleh perusahaan atau mengundurkan diri dari keanggotaan.
  21. Cooling of periode adalah masa untuk berfikir 10 (sepuluh) hari bagi seorang mitra usaha yang telah terregistrasi dengan membeli paket panduan (stater kit) untuk memilih apakah melanjutkan keanggotaannya atau tidak melanjutkan.
  22. Business album / starter kit adalah paket panduan perusahaan yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mitra usaha yang berisi Skema Kompensasi. Kode etik dan peraturan perusahaan, formulir pendaftaran, Katalog barang, daftar harga, company profile dan voucher pelatihan dan seminar.

KOMITMEN MITRA USAHA

Sebagai mitra usaha dari PT. TOGA INTERNATIONAL
INDONESIA, berkomitmen bahwa :

  1. Memberikan informasi pribadi yang dicantumkan pada saat registrasi adalah benar sesuai dengan data-data pribadi yang valid dan akan menginformasikan hal yang sama kepada semua tim mitra usaha yang ada di jaringan saya. Adapun informasi yang diperlukan adalah : Nama dan Nomor Rekening, Nama sesuai KTP/SIM,alamat Email & Nomor Telepon.
  2. Mitra Usaha wajib mengikuti semua prosedur yang ditetapkan PT. Toga International Indonesia baik dalam hal operasional ataupun yang berhubungan dengan pemasaran.
  3. Mitra Usaha wajib bersikap sopan,menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi kejujuran,integritas serta tidak memihak dalam melaksanakan usaha ketika bertindak sebagai mitra usaha dari PT. Toga International Indonesia.
  4. Mitra Usaha wajib mengikuti seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku  sejak penandatanganan kesepakatan sebagai mitra usaha serta menjelaskan hal ini dengan detail kepada semua tim mitra usaha yang ada di jaringannya.

PASAL 1
PERSYARATAN MENJADI MITRA USAHA

A. Persyaratan menjadi mitra usaha:

PERORANGAN;

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Usia yang dianggap dewasa secara hukum di Indonesia.
  3. Memiliki KTP/SIM dan nomor rekening tabungan.
  4. Memiliki Sponsor yang telah terdaftar keanggotaannya di perusahaan.
  5. Mengisi formulir pendaftaran kemitraan.
  6. Membayar biaya registrasi kemitraan sebesar Rp 200.000,- sekali seumur hidup.
  7. Bersedia mentaati Kode Etik dan Peraturan Perusahaan.

BADAN HUKUM ;

  1. Badan Hukum Perseroan Terbatas dalam wilayah
    negara kesatuan Republik Indonesia yang dibuktikan dengan Akte Pendirian
    Perusahaan dan lembar  Pengesahan Kementrian
    Hukum dan HAM.
  2. Surat Kuasa Direktur kepada anggota direksi yang
    ditunjuk untuk bertindak serta menandatangani seluruh formulir dan dokumen
    terkait dengan keanggotaan di PT. Toga International Indonesia.
  3. Selebihnya merujuk pada point 4, 5, 6 dan 7 di
    atas.

B. PT. Toga International Indonesia atas pertimbangan sendiri berhak menolak atau memberikan persetujuan atas permohonan aplikasi mitra usaha yang diajukan tanpa harus memberikan alasan.

C. Prosedur Pendaftaran Mitra Usaha:

  1. Setiap calon Mitra Usaha wajib mengisi formulir pendaftaran dan direferensikan oleh seorang Referral.
  2. Formulir pendaftaran selain berupa pengisian data identitas calon Mitra Usaha, juga mencakup pencantuman:

a)  Nama Mitra
Usaha harus sama dengan nama yang tercantum di Bank untuk diajukan sebagai
transfer dana sarana penerimaan Komisi.

b) Apabila Nama Mitra Usaha di formulir pendaftaran
berbeda dengan nama yang tercantum di Bank penerima reward, maka Mitra Usaha
tersebut wajib menyertakan surat pernyataan dan kartu keluarga (KK) yang
bersangkutan dengan syarat Suami/Istri/Anak.

c) Apabila data Bank, Alamat atau Referral tidak lengkap, maka Perusahaan berhak untuk menolak keanggotaan Mitra Usaha tersebut.

PASAL 2
SEPUTAR KEANGGOTAAN PEMBATALAN KEANGGOTAAN (COOLING OF PERIOD) & PERUBAHAN PENEMPATAN MITRA USAHA ATAU SPONSOR

A. SEPUTAR KEANGGOTAAN

  1. Setiap mitra usaha PT. Toga International Indonesia hanya mendapatkan satu nomor KEANGGOTAAN yang dikeluarkan oleh perusahaan. Apabila ternyata mitra usaha memiliki lebih dari satu keanggotaan maka perusahaan hanya mengakui nomor keanggotaan pertama dan akan menghapus nomor keanggotaan yang lain.
  2. Adapun suami istri bisa bergabung menjadi satu nomor registrasi ataupun berbeda nomor registrasinya asal masih dalam satu jaringan yang sama. Apabila melanggar, maka nomor registrasi terbaru akan dihapuskan oleh perusahaan tanpa terkecuali dan tanpa kompensasi apapun dari perusahaan.
  3. Masa keanggotaan berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan kepada ahli waris sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.
  4. Keanggotaan mitra usaha hanya milik orang atau badan usaha yang melakukan pendaftaran dan tidak dapat digunakan oleh pihak lain kecuali suami/isteri yang bersangkutan. Segala hal terkait dengan keanggotaan menjadi tanggung jawab penuh pemilik keanggotaan.
  5. Mitra usaha dilarang menggunakan nama orang lain ataupun nama fiktif untuk pendaftaran keanggotaan.
  6. Seorang mitra usaha bukan merupakan agen, pegawai ataupun kelompok dalam usaha patungan dari badan hukum PT. Toga International Indonesia, akan tetapi sebagai pribadi yang independen.
  7. Jika terdapat dua orang mitra usaha dari garis sponsor berbeda melakukan pernikahan, maka mereka dapat memutuskan untuk memilih yaitu tetap meneruskan keanggotaannya atau bergabung dengan mitra usaha pasangannya dengan posisi sebagai mitra usaha baru.
  8. Dalam hal bergabung (mendaftar) kembali menjadi mitra usaha baru di posisi jaringan dan garis sponsorisasi berbeda dari sebelumnya dapat dilakukan dengan kondisi yaitu : telah mengundurkan diri dari keanggotaan sebelumnya dan tidak aktif menjalankan kegiatan usaha baik secara online atau offline selama minimal 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal mengundurkan diri.
  9. Perubahan informasi kemitraan dengan cara menghubungi Kantor Pusat PT. Toga International Indonesia bagian pelayanan pelanggan/customer service, melalui email ataupun media tertulis lainnya. Adapun hal-hal yang bisa diajukan perubahan adalah : Alamat Pengiriman, Nomor Rekening, Nomor Telepon dan Alamat Email. Akan tetapi tidak dapat melakukan perubahan nama kecuali ke ahli waris karena kematian.

B. PENGUNDURAN DIRI DAN PEMBATALAN KEANGGOTAAN (COOLING OF PERIOD)

  1. Perusahaan tidak akan menyetujui pengunduran diri seorang mitra usaha dan bergabung dengan jaringan lain seketika, dengan alasan: Tidak pernah dihubungi sponsornya, tidak bisa berkembang di jaringan yang sekarang, berselisih paham dengan mitra usaha dalam jaringannya atau alasan lain yang tidak ada hubungannya dengan kode etik perusahaan.
  2. Apabila mitra usaha pada point 1 tersebut ingin tetap pindah ke jaringan lain, dipersilahkan, dengan cara mengundurkan diri dari kemitraan yang sekarang dan bergabung kembali kejaringan baru, sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan setelah pengunduran diri tersebut.
  3. Pembatalan keanggotaan (cooling of period) adalah keadaan seseorang ataupun badan usaha yang telah mendaftarkan diri sebagai mitra usaha dapat membatalkan pendaftaran keanggotaannya dalam waktu sepuluh (10) hari kerja terhitung sejak hari penandatanganan formulir pendaftaran, dengan mengajukan surat pengunduran diri,  mengembalikan stater kit  seperti keadaan semula dan akan mendapatkan kembali uang pendaftaran yang telah dibayarkan.
  4. Apabila dalam masa sepuluh hari (10) hari, mitra usaha tersebut telah melakukan pembelanjaan barang, maka pengembalian uangnya akan dikurangi dengan biaya administrasi sepuluh persen (10%) dan dikurangi dengan biaya pengembalian bonus yang diterimanya.
  5. Mitra Usaha yang mengundurkan diri atau telah diberhentikan keanggotaanya, dapat bergabung (mendaftar) kembali menjadi mitra usaha baru di posisi jaringan dan garis sponsorisasi berbeda dari sebelumnya dengan kondisi yaitu : telah mengundurkan diri dari keanggotaan sebelumnya dan tidak aktif menjalankan kegiatan usaha baik secara online atau offline selama minimal 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal mengundurkan diri.

C. PERUBAHAN PENEMPATAN MITRA USAHA ATAU SPONSOR

  1. Perpindahan kemitraan dari satu jaringan ke jaringan lain tidak diperbolehkan dengan alasan apapun.
  2. Seorang mitra usaha yang menginginkan sponsor baru atau mengubah posisi penempatan di dalam struktur organisasi penjualan downline, harus mengundurkan diri dari kemitraan PT. Toga International Indonesia sekurang kurangnya enam (6) bulan sejak disetujui oleh PT. Toga International Indonesia dan dalam periode tersebut wajib menghentikan segala kegiatan yang berhubungan dengan PT. Toga International Indonesia.
  3. Seorang mitra usaha tidak diperkenankan untuk menganjurkan atau membujuk mitra usaha dari garis pensponsoran lain untuk bergabung di garis sponsornya.

PASAL 3

STATUS PERNIKAHAN, STATUS PERCERAIAN DAN STATUS KEMATIAN

  1. Jika pasangan menikah mitra usaha mengajukan perceraian maka perusahaan akan mempertahankan kemitraan awal sesuai dengan formulir yang sudah ditandatangani sampai ada keputusan pengadilan yang menyatakan tentang perceraian itu. Apabila telah adanya putusan pengadilan yang menyatakan pasangan mitra usaha itu telah bercerai resmi maka perusahaan akan memberikan bonus/reward berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak yang bercerai. Surat Kesepakatan dibuat dua rangkap dengan mencantumkan pembagian bonus/reward kepada para pihak dan ditandatangani keduanya di atas materai 6000.
  2. Jika terjadi sengketa dalam proses perceraian pasangan mitra usaha tersebut di atas maka perusahaan akan membekukan bonus/reward sampai ada putusan pengadilan dan atau kesepakatan para pihak yang bersengketa.
  3. Dalam hal kematian seorang mitra usaha, status kemitraan dapat dialihkan melalui Surat Wasiat yang dilengkapi dengan Penetapan Pengadilan atau berdasarkan undang-undang yang berlaku kepada ahli waris mitra usaha yang meninggal tersebut, dengan menyertakan surat keterangan kematian, Salinan resmi dari surat wasiat serta aplikasi kemitraan yang baru atas nama mitra usaha yang menerimanya kepada perusahaan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah tanggal kematian.

PASAL 4

MENSPONSORI PEGAWAI PT. TOGA INTERNATIONAL INDONESIA

Seorang mitra usaha tidak diperbolehkan memperkenalkan atau mensponsori pegawai PT. Toga International Indonesia termasuk orang tuanya dan saudara sedarah dari pegawai tersebut.

PASAL 5

PERSELISIHAN ANTAR SPONSOR DAN PELANGGARAN KODE ETIK

  1. PT. Toga International Indonesia akan ikut menengahi perselisihan antar sponsor, yang berasal dari satu atau beberapa individu yang menghubungi calon anggota (prospek) yang sama, agar tercipta situasi yang kondusif diantar sponsor pada khususnyadan atau diantara mitra usaha pada umumnya.
  2. Seorang mitra usaha yang melaporkan mitra usaha yang lain, dikarenakan dugaan pelanggaran kode etik, wajib menyertakan bukti otentik dengan melaporkan melalui email atau media lain secara tertulis dan ditujukan kepada customer service. Pengaduan via telepon atau pembicaraan langsung tanpa bukti, tidak akan diproses, termasuk pengaduan secara pribadi kepada manajemen.
  3. Sebaliknya, pelaporan palsu oleh si pelapor, dengan tujuan ingin menjatuhkan/merugikan mitra usaha atau grup lain, akan dikenakan sanksi berupa surat peringatan 1. Apabila melanggar untuk ke-2 kalinya, maka perusahaan akan menghapuskan nomor registrasi kemitraannya.

PASAL 6

PENJUALAN BARANG, BUY BACK GUARANTEE  DAN JAMINAN KUALITAS BARANG

  1. Harga dari setiap barang yang didistribusikan oleh PT. Toga International Indonesia adalah harga berdasarkan daftar harga yang dikeluarkan perusahaan. Adanya perbedaan harga untuk mitra usaha dan non-mitra usaha merupakan kebijakan perusahaan.
  2. Seorang mitra usaha diperbolehkan menjual barang-barang PT. Toga International Indonesia secara langsung kepada non-mitra usaha dengan harga mitra usaha ataupun harga retail dan mitra usaha tersebut berhak mendapatkan keuntungan langsung dari selisih harga non-mitra usaha dikurangi harga mitra usaha. Dan tidak diperbolehkan menjual barang dibawah harga mitra usaha.
  3. Merubah kemasan barang.
    Seorang mitra usaha tidak diperbolehkan untuk merubah, mengganti kemasan atau label dari barang barang PT. Toga International Indonesia.
  4. Pembelian Kembali / Buy Back Guarantee.
    Dalam hal terjadi berakhirnya kemitrausahaan dengan Perusahaan baik karena pengunduran diri maupun karena diberhentikan oleh Perusahaan, maka Perusahaan akan membeli kembali sisa barang yang dibeli selama belum kadaluarsa, belum dibuka, dalam kondisi layak jual dan tetap dalam kemasan utuh serta dilampirkan bukti pembelian (bukti transfer) asli. Pengembalian uang dengan harga pembelian awal dikurangi biaya administrasi 10 (sepuluh) persen dan dikurangi juga reward yang telah dibayarkan dan/atau dikeluarkan perusahaan terkait pembelian barang yang dikembalikan tersebut, dan uang pembelian kembali sisa barang tersebut akan dibayarkan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung setelah Perusahaan melakukan verifikasi atas barang yang diterimanya tersebut dan Perusahaan menyatakan secara tertulis bahwa Perusahaan akan melakukan proses pembayaran.
  5. Jaminan Kepuasan / Satisfaction Guarantee.
    Perusahaan akan mengembalikan uang pembelanjaan barang atau mengganti barang kepada mitra usaha secara penuh dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah barang diterima oleh mitra usaha, apabila barang yang diterima mitra usaha tersebut tidak sesuai dengan yang dijanjikan perusahaan seperti : kemasan yang berbeda, kandungan nutrisi yang berbeda, jumlah satuan yang berbeda, tanpa dipungut biaya apapun.
  6. Prosedur Pengembalian Produk Pembelian Kembali:
    Perusahaan akan melakukan Pembelian Kembali atas produk yang telah dibeli dari Perusahaan selama belum kadaluarsa, belum dibuka, dalam kondisi layak jual dan tetap dalam kemasan utuh dengan prosedur sebagai berikut:

  • a. Batas waktu pengajuan 7 (tujuh) hari sejak tanggal pemberitahuan pemberhentian keanggotaan atau pengunduran diri keanggotaan.
  • b. Pengembalian produk bukan hasil manipulasi atau dengan sengaja dirusak atau pemalsuan.
  • c. Melampirkan formulir pembelian barang asli.
  • d. Melampirkan formulir penukaran dan pengembalian barang yang telah dilengkapi.
  • e. Perusahaan akan memotong bonus yang telah dikeluarkan dan biaya administrasi dan biaya pengiriman sebesar 10% dari harga yang tercantum di invoice.
  • f. Pembayaran akan membayarkan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari, terhitung semenjak pengajuan oleh Mitra Usaha agar Perusahaan dapat melakukan verifikasi atas barang yang diterimanya tersebut.

7. Prosedur pengembalian produk Jaminan Kepuasan:

Perusahaan memberikan tenggang waktu maksimal 7 (tujuh) hari kepada mitra usaha untuk mengembalikan produk apabila produk tersebut tidak sesuai dengan yang diperjanjikan dengan kondisi kemasan yang berbeda, kandungan nutrisi yang berbeda, jumlah satuan yang berbeda dengan prosedur sebagai berikut:

  • a. Batas waktu pengembalian 7 (tujuh) hari sejak tanggal pembelian dan/atau pemberitahuan secara tertulis kepada Perusahaan.
  • b. Perusahaan akan melakukan verifikasi produk dan bukti pembelian.
  • c. Pengembalian produk bukan hasil manipulasi atau dengan sengaja dirusak atau pemalsuan.
  • d. Melampirkan formulir pembelian barang asli.
  • e. Melampirkan formulir penukaran dan pengembalian barang yang telah dilengkapi.
  • f. Penggantian produk atau pengembalian uang (apabila produk yang diinginkan tidak tersedia) akan dilakukan pada hari yang sama dengan syarat Mitra Usaha atau kuasanya datang langsung ke Perusahaan. Apabila barang retur akan dikirim maka perusahaan akan mengirim dalam waktu minimal 2 (dua) hari kerja setelah verifikasi.

PASAL 7

PROMOSI

  1. Seorang mitra usaha diperkenankan untuk mempromosikan produk-produk PT. Toga International Indonesia beserta program kompensasinya, disemua media yang tersedia, baik itu di website pribadi, blog, media sosial, email, sms ataupun BBM,dengan syarat isi dari promosi tersebut tidak keluar dari informasi yang benar diberikan oleh perusahaan.  Apabila menyimpang, maka perusahaan tidak bertanggung jawab apapun apabila terjadi keluhan dari pihak luar. Dan mitra usaha tersebut, wajib mencantumkan dirinya sebagai mitra usaha independen, bukan sebagai perusahaan atau agen yang mewakili PT. Toga International Indonesia.
  2. Khusus bagi seorang mitra usaha dan grupnya, yang melakukan penyebaran inforasi melalui sms/BBM, dengan tujuan ingin memberi inspirasi dan motivasi kepada grupnya sendiri, tanpa ada unsur-unsur menjelekkan dengan mencantumkan nama seseorang atau nama grup lain, tidak bisa dilaporkan ke manajemen. Yang bisa diproses oleh manajemen adalah penyebaran informasi dengan menjatuhkan, menjelek-jelekkan,mencemarkan grup/jaringan lain dan juga yang mengandung unsur-unsur perpecahan.
  3. Seorang mitra usaha atau group dari mitra usaha yang telah berhasil merekrut seorang dan atau sekumpulan Public Figure kedalam jaringan kerjanya, yang telah dikenal oleh masyarakat luas, dilarang untuk mempublikasikan dan atau mempromosikan seorang dan atau sekumpulan Public Figure tersebut ke masyarakat luas tanpa seijin tertulis dari yang bersangkutan. Apabila hal ini terjadi, perusahaan tidak bertanggung-jawab apabila suatu hari terjadi perselisihan/permintaan fee dari yang bersangkutan.
  4. Alat bantu promosi.
    Seorang mitra usaha tidak diperbolehkan untuk memproduksi alat bantu atau item tambahan promosi untuk disebarluaskan melalui media apapun tanpa ijin tertulis dariperusahaan. Apabila itu dilakukan, maka perusahaan tidak bertanggung jawab apapun apabila terjadi keluhan dari pihak luar, termasuk misalnya keluhan dari figure terkenal di publik yang identitasnya disebarluaskan tanpa ijin yang bersangkutan.

PASAL 8

WEBSITE, MEDIA SOSIAL DAN HAKI (HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL)

1. Setiap mitra usaha bertanggung jawab menjaga
kerahasiaan login mitra usaha yaitu Username dan passwordnya.

2. Website, Media Sosial, yang merujuk pada perusahaan
yang dibuat oleh mitra usaha dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • a. Menyampaikan klaim yang berlebihan dan tidak benar mengenai barang, skema pemasaran dan bonus/komisi yang akan didapatkan.
  • b. Bertindak sehingga menimbulkan kesan bahwa website dan media sosail tersebut adalah milik dan atau dikelola oleh perusahaan.
  • c. Menggunakan nama perusahaan dan nama barang perusahaan.
  • d. Menggunakan logo perusahaan.
  • e. Seorang mitra usaha dilarang memasang link situs apapun tanpa mendapat persetujuan.
  • f. Dilarang untuk memasang penawaran yang menjual atau mencari barang atau jasa yang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia (narkoba, senjata api dan obat-obatan terlarang) dan hal-hal yang berhubungan dengan SARA.
  • g. Dilarang memposting gambar/foto yang melanggar hak cipta yang terdaftar secara hukum, paten, merek dagang maupun hak cipta intelektual dari pihak lain.

3. Untuk Website yang dibuat sendiri oleh mitra usaha harus mengikuti hal-hal sebagai berikut:

  • a. Dilarang memposting materi atau link yang berisikan: Bisnis Online, Program Reseller, Program Affiliate atau Program Multi Level lainnya.
  • b. Mencantumkan disclaimer (peringatan) bahwa website ini bukan milik perusahaan, dikelola mandiri oleh mitra usaha sehingga perusahaan dibebaskan dari tuntutan hukum.
  • c. Dilarang melakukan penjualan diluar sistem penjualan langsung.
  • d. Dilarang menggunakan menerima pembayaran secara online.

4. Dilarang keras untuk memposting dengan kata-kata tanpa kerja dapat uang, duduk diam manis dapat yang atau sejenisnya yang menggunakan kata-kata memikat karena sukses hanya bisa diraih dengan kerja keras, sukses membutuhkan proses waktu, modal,kejujuran dan integritas.

5. Dilarang keras untuk memposting materi dengan menggunakan kata-kata atau gambar maupun penulisan yang sifatnya menyerang, mencemarkan individu maupun kelompok tertentu, mengandung SARA, politik, kasar, kotor atau yang terdapat unsur pornografi atau berisi link situs porno dan perjudian.

6. Mitra usaha dilarang memalsukan, menutupi dan memanipulasi identitas profil atau materi penawaran yang mengarah kepada tindakan penipuan atau tindakan lainnya yang dapat merugikan pihak lain.

7. Mitra usaha dilarang menyalahgunakan fasilitas-fasilitas yang disediakan PT. Toga International Indonesia untuk kegiatan-kegiatan yang dapat merugikan mitra usaha lain, pengunjung ataupun pengelola situs PT. Toga International Indonesia.

8. Penggunaan seluruh fasilitas PT. Toga International Indonesia oleh mitra usaha adalah sepenuhnya merupakan tanggung jawab dan resiko mitra usaha. Penyalahgunaan fasilitas, pembobolan, pencurian data atau usaha apapun untuk menembus jaringan sistem PT. Toga International Indonesia merupakan tindakan yang melanggar hukum.

9. Hak cipta dilindungi undang-undang yang berlaku. Dilarang mengutip, menyalin sebagian atau seluruh isi yang terdapat di dalam situs PT. Toga International Indonesia ke dalam bentuk apapun dan untuk kepentingan apapun tanpa ijin dari pengelola situs.

PASAL 9

STOCKIST

1. Stockist merupakan perpanjangan tangan perusahaan. Apabila ada mitra usaha, baikitu di dalam jaringannya ataupun di luar jaringannya, yang telah menipu dan atau mempermainkan stockist, maka perusahaan akan memberikan sanksi memutuskan kemitraan dengan yang bersangkutan tanpa terkecuali.

2. Perusahaan bisa menerima order langsung dari setiap mitra usaha dari kotakota yang sudah ada stockist di satu provinsi, jika:

  • a. Tidak bisa dihubungi dalam waktu 1x24 jam.
  • b. Berbisnis dengan perusahaan Direct Selling atau MLM dari perusahaan lain.
  • c. Stockist berselisih dengan mitra usaha tersebut tanpa penyelesaian dari dalam selama 2x24 jam.
  • d. Stockist tersebut hanya ingin melayani jaringannya sendiri.

PASAL 10

HUBUNGAN DENGAN PERUSAHAAN MLM/ PENJUALAN LANGSUNG/DIRECT SELLING LAIN

1. Perusahaan tidak mempersoalkan setiap mitra usaha/leader/group leader PT. Toga International Indonesia untuk berbisnis di perusahaan direct selling/MLM lain. Yang tidak diperbolehkan adalah merekrut mitra usaha/leader/group leader PT. Toga International Indonesia yang ingin fokus, untuk bergabung di perusahaan direct selling/MLM lain tersebut.

2. Khusus untuk mitra usaha/leader/group leader yang minimum sudah Level Titanium, maka TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk bergabung dengan perusahaan direct selling maupun MLM lain, apapun produknya, baik itu sebagai mitra usaha, presenter acara, motivator, pemegang saham, komisaris maupun produsendari produk-produknya, untuk menghindari gejolak negatif atau fitnah terhadap dirinya maupun jaringannya. Bagi yang sudah terlanjur menjadi mitra usaha, presenter acara, motivator, pemegang saham, komisaris maupun produsen aktif di perusahaan yang dimaksud di atas, perusahaan akan mengirimkan surat melalui email kepada yang bersangkutan, apakah ingin tetap berkarir di PT. Toga International Indonesia atau memilih untuk bergabung dengan perusahaan lain tersebut. Apabila memilih berkarir di PT. Toga International Indonesia,yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan dan perusahaan berhak mengupload surat tersebut di website resmi perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban informasi kepada seluruh jaringannya.

3. PT. Toga International Indonesia tidak pernah merasa berkompetisi dengan cara-cara negatif, dengan perusahaan lain, bahkan perusahaan sangat mendukung sepenuhnya keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut sebagai salah satu bentuk tanggung jawab swasta dalam menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup seluruh rakyat Indonesia.

PASAL 11

PAJAK

Perusahaan wajib memungut pajak pertambahan nilai (PPn) dan memotong pajak penghasilan (PPh) atas segala transaksi yang timbul di perusahaan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

PASAL 12

BONUS DAN KOMISI

1. Bonus akan ditransfer ke rekening pada bank-bank yang telah dipilih oleh perusahaan.

2. Bonus akan dibayarkan harian dan bulanan sesuai dengan klaim di skema kompensasi.

3. Bonus akan ditransfer ke rekening bank milik dan atas nama yang sama dengan yang tercantum dalam pendaftaran keanggotaan.

4. Bonus akan dipotong pajak sesuai dengan peraturan pemerintah.

5. Mitra usaha wajib membayar pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan dan peraturan pemerintah.

6. Bonus Mitra Usaha akan dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu 75% masuk dalam Toga Points yang dapat dicairkan menjadi uang tunai dan 25% masuk dalam deposit untuk pembelian seluruh jenis produk Toga dikemudian hari (repeat order) tanpa batas waktu.

7. Bonus-bonus Mitra Usaha dalam Toga Points dan Repeat Order berlaku sepanjang waktu selama Mitra Usaha tidak mengundurkan diri.

PASAL 13

HAK DAN KEWAJIBAN

A. HAK MITRA USAHA

  1. Melakukan kegiatan presentasi tentang manfaat barang dan program pemasaran perusahaan untuk menjual, mensponsori dalam rangka mengembangkan jaringan maupun menjual barang dengan metode penjualan langsung di seluruh wilayah Indonesia.
  2. Membeli barang-barang perusahaan dengan harga khusus untuk mitra usaha.
  3. Mendapatkan keuntungan langsung dari kegiatan penjualan secara penjualan langsung ke konsumen.
  4. Melakukan kegiatan dalam rangka membangun, mengembangkan, membimbing, membina, dan melatih jaringannya.
  5. Mendapatkan bonus sesuai ketentuan seperti yang tertuang dalam program pemasaran perusahaan.
  6. Dapat mengikuti promo-promo yang diselenggarakan oleh perusahaan.
  7. Memperoleh peringkat tertentu setelah memenuhi persyaratannya.
  8. Mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan.
  9. Menghadiri acara-acara yang diselenggarakan oleh perusahaan.
  10. Mewariskan keanggotaannya kepada ahli waris yang sah sesuai dengan peraturan waris di Indonesia.
  11. Semua hak mitra usaha akan ada jika mitra usaha tersebut dalam melakukan kegiatan yang menimbulkan hak tidak melanggar kode etik dan peraturan perusahaan.

B. HAK PERUSAHAAN

  1. Perusahaan berhak menjalankan usaha sesuai dengan Izin yang telah diterbitkan Pemerintah.
  2. Perusahaan berhak menjalankan, menegakkan, mengatur, dan merubah skema kompensasi, kode etik dan peraturan perusahaan.
  3. Perusahaan berhak untuk menyelenggarakan promo-promo tertentu untuk meningkatkan semangat dan penjualan.
  4. Perusahaan mempunyai hak untuk menerima atau menolak setiap permohonan keanggotaan tanpa perlu menjelaskan alasan penolakannya.
  5. Perusahaan mempunyai hak penuh dan mutlak setiap saat untuk menyetujui atau tidak terhadap permohonan-permohonan yang diajukan oleh mitra usaha.
  6. Perusahaan berhak penuh dan mutlak untuk merubah, menambah atau mencabut hal-hal yang berkaitan dengan barang, baik kemasan, formula, harga, kualitas dan kuantitas barang tanpa penjelasan atau pemberitahuan sebelumnya.
  7. Perusahaan berhak penuh dan mutlak setiap saat untuk mecabut, membekukan keanggotaan mitra usaha sementara dan atau menahan dan atau membatalkan memberikan keuntungan, bonus, insentif serta penghargaan dan hak-hak lainnya dalam hal:

  • I. Kepada seorang mitra usaha yang telah dikeluarkan surat pemberitahuan pelanggaran terhadap kode etik dan peraturan perusahaan.
  • II. Kepada seorang mitra usaha yang dalam tahap diselidiki oleh perusahaan atas pelanggaran yang dilakukan terhadap kode etik dan peraturan perusahaan.
  • III. Kepada seorang mitra usaha yang dalam tahap pemindahan keanggotaannya.

C. KEWAJIBAN MITRA USAHA

  1. Mentaati kode etik dan peraturan perusahaan serta turut menjaga dan saling mengingatkan agar lingkungan usaha menjadi kondusif.
  2. Menghormati, menghargai, melindungi, menjaga dan memelihara image, nilai, karakter, budaya dan personality dari perusahaan.
  3. Mentaati dan mematuhi segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

D. KEWAJIBAN PERUSAHAAN

1. Perusahaan wajib menyelenggarakan dan membuat program pelatihanpelatihan untuk meningkatkan kompetensi mitra usaha untuk menjalankan roda usaha sesuai kode etik dan peraturan perusahaan berupa Pembinaan terhadap Mitra Usaha baru dan pertemuan Mitra Usaha dengan Perusahaan yang diadakan setiap bulan dan setiap tahun mengenai pelatihan strategi marketing dan pengenalan produk perusahaan.

  • a. Seminar Pengenalan Produk, Marketing Plan serta Kode Etik & Peraturan Perusahaan Setiap hari Kamis.
  • b. Seminar Pembinaan Mitra Usaha Setiap hari Sabtu pada minggu Kedua setiap Bulan.
  • c. Seminar Anniversary TOGA diadakan setiap 1 tahun sekali.

2. Menyediakan skema kompensasi dan barang yang dijual sesuai dengan yang dijanjikan dan izin dari Pemerintah.

3. Memberikan pelayanan kepada mitra usaha sesuai dengan kode etik dan peraturan perusahaan.

4. Menjaga suasana kondusif dengan menegakkan kode etik dan peraturan perusahaan.

5. Mengedukasi mitra usaha dengan informasi-informasi yang benar.

PASAL 14

LARANGAN

1. Mitra Usaha tidak akan memberikan keterangan
berdasarkan asumsi pribadi terhadap semua barang dan atau skema pemasaran yang
sudah ditetapkan PT. Toga International Indonesia, kepada khalayak ramai,
dimana keterangan tersebut nantinya bertentangan dengan kebijakan atau
literatur resmi dari PT. Toga International Indonesia.

2. Dalam keadaan apapun, seorang mitra usaha tidak
akan menggunakan jaringan kerja PT. Toga International Indonesia untuk
pemasaran barangbarang direct selling dari perusahaan lain, selain yang
disetujui oleh PT. Toga International Indonesia. Apabila hal itu tetap
dijalankan dan mitra usaha lain yang merasa dirugikan bisa memberikan
bukti-bukti tertulis ke perusahaan maka perusahaan berhak menjatuhkan Surat
Peringatan satu dan dua. Apabila melakukan untuk yang ketiga kalinya, maka
perusahaan berhak untuk menghapus status kemitraannya keanggotannya.

3. Mitra Usaha tidak boleh mengganti kemasan barang ataupun mengurangi/menambah jumlah/isi dari paket barang resmi yang sudah ditetapkan oleh PT. Toga International Indonesia. Apabila itu tetap dijalankan dan dilaporkan secara tertulis dengan bukti yang cukup oleh mitra usaha lain, maka perusahaan berhak menjatuhkan Surat Peringatan pertama. Karena perusahaan akan dirugikan secara langsung, maka apabila melakukan untuk kedua kalinya, perusahaan berhak untuk memutuskan status kemitraannya dari perusahaan serta memprosesnya secara hukum.

4. Mitra Usaha tidak boleh mengurangi/menambah kompensasi program diluar yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Apabila ingin membuat program sendiri dengan tujuan ingin meningkatkan penjualan/jaringannya sendiri, maka mitra usaha tersebut tidak boleh menggunakan logo/kata-kata TOGA atau nama PT. Toga International Indonesia didalam programnya itu, baik itu dicantumkan di flyer, media sosial atau BBM sekalipun. Apabila itu tetap dijalankan dan dilaporkan secara tertulis dengan bukti yang cukup oleh mitra usaha lain, maka perusahaan berhak menjatuhkan Surat Peringatan pertama. Karena perusahaan pun akan dirugikan secara langsung, maka apabila melakukan untuk kedua kalinya, perusahaan berhak untuk menghapus status kemitraannya dengan perusahaan.

5. Mitra Usaha tidak boleh menjual barang dibawah harga yang sudah ditetapkan resmi oleh perusahaan. Apabila itu tetap dijalankan dan dilaporkan secara tertulis dengan bukti yang cukup oleh mitra usaha lain, maka perusahaan berhak menjatuhkan Surat Peringatan pertama. Karena perusahaan pun akan dirugikan secara langsung, maka apabila melakukan untuk kedua kalinya, perusahaan berhak untuk memutuskan keanggotaannya serta memprosesnya secara hukum.

6. Mitra Usaha tidak boleh menjanjikan penambahan hak usaha. Apabila itu tetap dijalankan dan dilaporkan secara tertulis dengan bukti yang cukup oleh mitra usaha lain, maka perusahaan berhak menjatuhkan Surat Peringatan pertama. Karena perusahaan pun akan dirugikan secara langsung, maka apabila melakukan untuk kedua kalinya, perusahaan berhak untuk memutuskan keanggotaannya.

PASAL 15

PENYELESAIAN PERSELISIHAN, PELANGGARAN, DAN SANKSI

A. PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Dalam memutuskan suatu perselisihan diantara mitra usaha, perusahaan akan ikut membantu menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat APABILA perselisihan tersebut berhubungan dengan kode etik dan peraturan perusahaan saja dan bukan masalah pribadi. Perusahaan tidak akan memproses suatu perselisihan TANPA BUKTI OTENTIK dan atau BUKTI TERTULIS dan atau BUKTI FISIK dari yang melaporkan serta perusahaan akan memprosesnya minimal 3 (tiga) hari kerja setelah bukti tersebut diterima. (Kecuali untuk perselisihan tertentu yang memerlukan waktu lebih lama).

B. PELANGGARAN DAN SANKSI

1. Perusahaan berhak memberi sanksi setiap pelanggaran kode etik dan peraturan perusahaan berupa:

  • a. Memberikan surat teguran.
  • b. Memberikan sanksi berupa:
    • I. Larangan untuk hadir dipertemuan-pertemuan (pelatihan dan seminar) dalam jangka waktu tertentu.
    • II. Membayar kerugian yang ditimbulkan akibat dari pelanggaran kode etik dan peraturan perusahaan.
    • III. Pembekuan keanggotaan sementara dalam waktu tertentu.
    • IV. Penundaan pemberian bonus, hak-hak dan keuntungan-keuntungan lain dalam waktu tertentu.
    • V. Pembatalan hak-hak atas bonus, promo dan keuntungan lain dikarenakan telah terbukti bahwa kegiatan usaha yang seharusnya menimbulkan hak dilakukan dengan melanggar kode etik dan peraturan perusahaan.
    • VI. Pencabutan keanggotaan selamanya, artinya tidak akan diterima kembali menjadi mitra usaha dikemudian hari.

2. Mitra usaha yang keberatan terhadap pemberian sanksi dapat mengajukan surat keberatan dengan menyebutkan alasan-alasannya dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak menerima surat pemberitahuan pemberian sanksi.

3. Apabila dalam waktu 14 (empat belas) hari tersebut mitra usaha tidak mengajukan surat keberatan, maka perusahaan akan menganggap bahwa mitra usaha telah menerima.

4. Setiap keputusan perusahaan bersifat final dan mengikat terhadap seluruh mitra usaha.

PASAL 16

PENGAKHIRAN

1. Mitra Usaha maupun Perusahaan dapat mengakhiri keanggotaan Mitra Usaha secara sepihak setiap saat dan tanpa Memberikan alasannya dengan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja sebelumnya kepada pihak lainnya. Mitra Usaha dilarang menjual barang milik Perusahaan sejak Mitra Usaha menerima atau mengirimkan surat pemberitahuan pengakhiran Perjanjian Mitra Usaha dari atau kepada Perusahaan.

2. Keanggotaan Mitra Usaha berakhir dengan pemberitahuan  tertulis  dari Perusahaan, apabila:

  • a. Adanya putusan pengadilan yang ditetapkan terhadap Mitra Usaha yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu 30 hari karena masih menunggu penyelesaian atau pembayaran, maupun karena masih harus menunggu putusan banding; atau
  • b. Adanya pengurus (receiver) /kurator atau wali atau pejabat lain yang ditunjuk oleh pengadilan atau pemerintah yang berwenang yang ditunjuk atau menyita atau menguasai sejumlah besar harta atau aset atau properti Mitra Usaha atau menguasai serta mengatur urusanurusan yang dijalankan serta kewajiban - kewajiban yang harus dipenuhinya; atau
  • c. Mitra Usaha melakukan tindakan yang tidak jujur atau curang yang mengakibatkan Mitra Usaha dituduh dan dinyatakan bersalah melakukan tindak kejahatan atau jika Mitra Usaha telah terlibat di dalam tindakan yang menurut Perusahaan dianggap merugikan kepentingan Perusahaan; atau
  • d. Mitra Usaha melanggar ketentuan dan persyaratan Kode Etik ini, atau gagal mematuhi atau memenuhi instruksi-instruksi, aturan-aturan atau peraturan-peraturan Perusahaan (baik lisan maupun tertulis); atau
  • e. Mitra Usaha tidak mengikuti pelatihan, produksi, persistensi atau persyaratan-persyaratan lain berkenaan dengan penunjukan Mitra Usaha di dalam Kode Etik ini yang ditetapkan oleh Perusahaan atau yang dipersyaratkan berdasarkan oleh hukum, undang-undang, peraturan perundang-undangan, peraturan-peraturan, kode-kode dan pedoman-pedoman instansi pemerintah dari waktu ke waktu
  • f. Perusahaan menganggap Mitra Usaha tidak memenuhi kewajibankewajiban Mitra Usaha sebagaimana diatur dalam Pasal ini pada khususnya dan kewajiban lain yang berlaku atau diatur dalam Kode Etik ini pada umumnya.
  • g. Mitra Usaha diketahui telah melakukan penggelapan harga.

3. Keanggotaan Mitra Usaha berakhir dengan sendirinya apabila Mitra Usaha meninggal dunia atau Mitra Usaha dijatuhi hukuman karena pelanggaran yang menurut pendapat Perusahaan akan mempengaruhi penunjukannya sebagai seorang Mitra Usaha.

4. Perusahaan dan Mitra Usaha sepakat masing - masing melepaskan/ mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata sepanjang yang mengatur tata cara pembatalan perjanjian, sehingga mengenai pemutusan Perjanjian Mitra Usahas ini tidak diperlukan putusan/ketetapan oleh siapapun juga.

5. Dalam hal pengakhiran Perjanjian ini, seluruh data-data ataupun sarana dan prasarana adalah milik Perusahaan dan wajib dikembalikan oleh Mitra Usaha kepada Perusahaan.

6. Mitra Usaha yang telah berakhir sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini, dilarang mendirikan perusahaan sejenis Perusahaan tanpa izin Perusahaan.

PASAL 17

JANGKA WAKTU MUSYAWARAH

Apabila perselisihan tersebut diatas tidak berhasil diselesaikan secara damai dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak musyawarah pertama kali dilaksanakan, maka Perusahaan dan Mitra Usaha sepakat untuk menempuh penyelesaian melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturanperaturan dan prosedur Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). Keputusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) merupakan keputusan dalam tingkat pertama dan terakhir dan mengikat kedua  belah pihak yang bersengketa.

PASAL 18

ASAS KEADILAN

Demi menjaga asas keadilan bersama dan keutuhan perusahaan maka hal-hal yang belum diatur dalam KODE ETIK ini maka Manajemen dan Dewan berhak mengambil sikap dan kebijakan untuk memutuskan sesuatu berdasarkan bukti-bukti dan pembelaan yang dianggap cukup dari pihak yang berselisih TANPA harus mendapat persetujuan dari pihak manapun.

Kode Etik ini diterbitkan terbatas untuk mitra usaha PT. Toga International Indonesia. Seluruh hak dilindungi. Produksi ulang dalam bentuk apapun adalah dilarang.

Jakarta, 23 Januari 2018

TOP